Rabu, 30 Maret 2011

Janur Kuning

Jangan terkejut apabila beberapa hari, satu dua minggu, mungkin juga sebulan lebih usai menikah bayangan sempurna suami / istri ternyata jauh panggang dari api. Suami kesal karena istrinya tidak seperti ratu, yang sempurna di dapur dan juga di kasur. Istri juga dongkol karena suaminya, yang diidamkan sebagai pangeran ternyata mengecewakan.
Ada yang beranggapan derita di pernikahan itu 10x lebih berat daripada waktu berpacaran. Mungkin kalimat itu berlebihan, tapi bisa jadi ada benarnya juga. Suami / istri seakan melihat semua pemandangan mengecewakan, jauh dari apa yang diidamkan saat sebelum pernikahan. Fakta yang terlihat dari sikap dan perilaku suami / istri terpapar buruk. Suami kesal ketika mengetahui istrinya memasak telur mata sapi saja gosong. Sang istri, yang melihat penampilan keren suami sepanjang waktu saat sebelum menikah, baru mengetahui suaminya punya hobby meletakkan pakaian kotor di sembarang tempat. Pulang kantor sepatu diletakkan seenaknya. Kaos kaki malas ganti hingga baunya menyebar ke seluruh ruangan rumah. Alhasil semua impian dan harapan indah seakan luluh lantak.
Inilah titik awal paling rawan hubungan suami istri. Impian berbeda dari kenyataan. Segala harapan dan bayangan indah, ternyata berbanding terbalik.
Bukan tidak mungkin fakta nyata yang terpapar itu menjadi amunisi pemicu perceraian. Bergulung-gulung seperti bola salju, menggelinding makin besar. Makin lama kekecewaan makin menggunung. Apalagi ketika tak ada lagi komunikasi. Jarak makin jauh, masalah makin menumpuk tak terselesaikan.
Ketika seseorang menikah, harus siap menerima keadaan apa adanya. Ketika ijab kabul diucapkan seorang suami mau pun istri, harus siap menerima apa pun keadaannya. Tidak usah berfilsafat seperti pedagang : barang yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan dan karena tak dapat dikembalikan lalu dicampakkan. Yang terpenting ada keikhlasan saling menerima.
Tapi apakah bisa? HARUS BISA !! Bahkan perlu ditegaskan bahwa salah satu kunci utama kelanggengan sebuah perkawinan adalah kesediaan menerima kekurangan masing-masing. Suami menerima kekurangan istri, istri menerima kekurangan suami. Kedua, suami istri itu, berupaya saling mengisi. Kelebihan suami mengisi kekurangan istri, kelebihan istri mengisi kekurangan suami.
Lupakan keindahan yang terbentang sebelum menikah, yang biasanya memang dipaksakan terlihat indah. Bungkus rapat-rapat semua aroma manis yang ditebar saat pacaran di malam minggu, karena ternyata semuanya kadang tak lebih dari bunga plastik. Buang jauh-jauh seribu janji, yang faktanya tak terealisasi karena sebenarnya memang tak ada kemampuan. Jalani hidup di alam nyata.
Mulailah masing-masing membangun kesadaran diri, menyadari dan memahami diri sendiri. Suami harus sering menatap cermin bahwa dirinya, begitu banyak kekurangan. Istri pun demikian, jangan hanya berkacak pinggang didepan kaca sambil memoles bibir, tapi menatap dengan jujur bahwa dirinya, ternyata tak bisa memenuhi harapan.
Ketika ada kesadaran bahwa 'aku' memang dipenuhi kekurangan, bangkitkan sikap lapang dada untuk menerima kekurangan orang lain. Suami menerima kekurangan istri, demikian pula istri menerima kekurangan suami. Selesai? Belum. Kesadaran kekurangan tidak boleh stagnan. Kesadaran kekurangan diri harus dilanjutkan menuju proses saling belajar.
Ini memang tidak mudah. Tetapi bila suami istri sudah menyadari tentang kekurangannya, titik menuju kebersamaan sudah dimulai. Kesadaran kekurangan diri itu dapat menjadi landasan utama untuk memulai sebuah proses yang sesungguhnya. Proses kebersamaan.
Tak ada yang sempurna di dunia ini. Benar, istri memiliki kekurangan. Dan ingat, bukan hanya istri yang berada di dalam rumah kita yang memiliki kekurangan. "Istri-istri" (baca : perempuan lain) yang terlihat indah dan sempurna yang berada di luar rumah, juga memiliki kekurangan ketika telah menjadi belahan dan bagian hidup dari seorang suami.
Demikian pula, suami yang ternyata memiliki kekurangan, tidak usah lagi dibandingkan dengan laki-laki lain yang terlihat bagai pangeran berkuda putih nan sempurna. Mereka itu, terlihat sempurna karena jauh dan belum menjadi bagian dan belahan hidup dari seorang istri.
Pernikahan pada dasarnya sebuah proses pembelajaran terutama tentang diri. Bukan tentang orang lain. Mudah melihat kekurangan orang lain; tidak mudah melihat kekurangan diri. Ketika melihat dan menyadari kekurangan diri, kita baru boleh dan merasa siap melihat kekurangan orang lain. Ketika itu terjadi, kita tidak akan mudah menyalahkan orang yang kita cintai dan sayangi. Tetapi berusaha bersama untuk memperbaiki kekurangan, membetulkan kesalahan, meningkatkan yang telah baik menjadi jauh dan jauh lebih baik.
Jangan pernah membandingkan dengan yang berada di luar rumah. Yang terkesan sempurna di luar rumah, karena belum terlihat aslinya. Belum menjadi bagian dan belahan hidup.

Jadi, sudah siapkah anda menikah?

»»  BACA LAGI...

Rabu, 16 Maret 2011

Senyawa

Dalam budaya barat angka 6 dikenal sebagai angka setan, sedangkan dalam beberapa kepercayaan angka 13 dianggap sebagai angka sial. Tapi dalam urusan percintaan mungkin angka tiga lah yang paling menakutkan. Lihat saja di infotainment, akhir-akhir ini sering diberitakan banyak pasangan selebriti berpisah karena hadirnya orang ketiga.

Itu yang terlihat dan diekspos karena kebetulan kehidupan pribadi mereka memang sudah menjadi milik publik tanpa privasi sedikit pun. Bagaimana dengan yang tidak tersorot kamera dan tidak terekspos media? Sepertinya sama saja. Di salah satu koran lokal yang pernah saya baca, saya menemukan sebuah artikel yang bercerita bahwa ternyata penyebab perceraian paling tinggi di daerah saya adalah karena hadirnya orang ketiga. Bukan karena himpitan ekonomi. Bukan pula karena KDRT.

Apakah semakin dekatnya tema orang ketiga dalam kehidupan kita sehari-hari ini berbanding lurus dengan semakin menjamurnya lagu-lagu yang bertema sama? Entahlah.

Saya pernah bertanya pada ibu saya, apakah jaman dulu tema orang ketiga ini juga sudah sepopuler sekarang? Dan ternyata tidak sepopuler sekarang karena kata beliau orang jaman dulu lebih nrimo dibanding orang sekarang. Nrimo jika suami suka mengumpat. Nrimo jika suami tidak menafkahi. Nrimo jika istri galak. Nrimo jika istri pasif dalam urusan ranjang.

Lalu kenapa sih orang selingkuh?

Ada yang menjawab karena jenuh dengan pasangan, ada yang menjawab pasangannya ternyata kurang yoi dibanding si orang ketiga, ada yang menjawab pasangannya tidak bisa lagi menyalakan semangat dalam dirinya. Ada pula yang menjawab karena sudah tidak ada chemistry.

Cinta adalah perasaan yang muncul dari beberapa reaksi kimia dalam tubuh, salah satu efeknya adalah mengaktifkan hormon oksitosin atau hormon pembuat rasa nyaman.Hormon inilah yang selanjutnya memicu pikiran kita untuk tetap ingin dekat dengan seseorang karena rasa nyaman tersebut.

Hubungan antara dua manusia sebenarnya membutuhkan reaksi kimia, baik hanya berupa timbulnya oksitosin bahkan hingga persenyawaan dari progesteron dan testoteron. Mungkin oleh karena itu pula kita bisa dengan mudahnya menolak atau meninggalkan seseorang hanya dengan bermodal ‘nggak ada chemistry’, begitu pula sebaliknya. Kita bisa mati-matian tertarik kepada seseorang hanya dengan beralasan ‘chemistry-nya dapet banget’.

Sebenarnya perselingkuhan tidak hanya terjadi di dunia manusia saja, saya pernah menonton sebuah acara di televisi yang membahas tentang penelitian pada salah satu spesies burung yang hanya berkembang biak dengan 1 pasangan, ternyata ditemukan fakta yang mengejutkan bahwa apabila si betina tidak puas dengan si pejantan pasangannya maka ia akan pergi ke sarang lain dan membunuh betina penghuni sarang itu demi untuk bercinta dengan si pejantan pasangan betina tersebut.

Jangan salahkan hormon oksitosin yang meledak-ledak ketika dekat dengan seseorang yang bukan pasangan kita, jangan pula menyalahkan reaksi kimia dalam tubuh yang mengakibatkan adiksi ketika bertemu dengan lawan jenis. Kita bukan burung, kita adalah manusia, makhluk yang (katanya) dibekali anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa berupa akal dan pikiran dan tentu saja kekuatan untuk memilih. Memilih mana yang baik dan mana yang tidak.

Yang pasti saya berharap, semoga nanti saya tidak membutuhkan additional player untuk meledakkan oksitosin dalam tubuh saya, untuk bertukar progesterone-testoteron, dan untuk memicu persenyawaan reaksi kimia lainnya. Karena dalam urusan percintaan, semoga angka favorit saya adalah dua. Bukan tiga. Apalagi empat.




-untuk sang pemicu reaksi kimia tanpa henti-
»»  BACA LAGI...

Kamis, 10 Maret 2011

Perhatian. Pentingkah?

Tak ada manusia yang tidak membutuhkan perhatian. Pada dasarnya, manusia adalah mahluk yang 'haus perhatian'. Hal ini lumrah, karena dalam dinamika hidupnya manusia selalu membutuhkan 'pengakuan' dari orang lain atau dengan kata lain 'existensi' atas dirinya. Seperti halnya saat orang diam sendiri, atau dia memang sedang gundah dan membutuhkan waktu benar-benar sendiri bersama dirinya. Sikap diam dan menghindar seperti itu juga membutuhkan perhatian, yakni dia ingin orang tahu bahwa dia sedang ingin sendirian, dan mohon orang lain mengerti. Bukankah itu juga bentuk perhatian?

Perhatian adalah hal mendasar, bahkan dalam arti yang sangat sempit sekalipun. Perhatian berarti orang belajar untuk mengerti dan memahami orang lain, perhatian adalah cara menyesuaikan diri dengan sikap serta emosi orang lain, dia tahu bagaimana saat yang tepat untuk 'masuk' ke dalam emosional orang lain.

Ada banyak cerita tentang bagaimana orang salah memberikan atau menempatkan perhatiannya kepada orang lain, baik dalam hubungan teman, keluarga, kekasih, dan lain sebagainya. Kesalahan dalam menempatkan perhatian/masuk ke orang lain dapat merenggangkan suatu hubungan, karena nantinya ada 'ketidaknyamanan' dan menimbulkan 'penolakan' terhadap penyebab ketidaknyamanan tersebut. Bila kita tidak nyaman akan sikap teman atau orang terdekat kita maka akan muncul rasa penolakan dalam diri. Penolakan itu di perkuat dengan ucapan 'dia tak mengerti aku'. Hal ini jika terus berlarut maka akan menimbulkan kerenggangan. Saat kita tak nyaman terhadap seseorang, maka orang tersebut pastilah akan merasakan 'ketidaknyaman' kita akan dirinya. Sudah barang tentu peluang untuk renggang baik secara terliihat atau tidak yakni menyembunyikan dalam hati akan semakin besar dan membesar.

Kunci menjaga hubungan dengan meningkatkan perhatian kepada orang lain adalah keterbukaan. Dengan mengungkapkan hal atau jenis perhatian yang tidak disukai oleh orang lain terhadap diri kita maka akan ada sebuah pembelajaran baru, walau pembelajaran ini sifatnya tidak spontanitas, tetapi sebuah proses yang bertahap. Ada memang yang dapat dengan spontanitas, tetapi sangat jarang. Selain terbuka juga yang penting adalah penghargaan. Seseorang yang memberi perhatian kepda kita pada hakikatnya karena dia sayang kepada kita, saat ada yang memberi perhatian baik itu nyaman atau tidak maka pikirkan dulu lebih matang, bila kita memang benar-benar tak nyaman ungkapkan dengan baik demi menghargai si pemberi perhatian.

BANYAK ORANG MENGENAL DENGAN BAIK ORANG LAIN, LALU DIA MEMBERIKAN PERHATIAN SEOLAH-OLAH DIA TAHU APA YANG TERBAIK, PADAHAL YANG TERJADI SEBALIKNYA, PERHATIAN ITU MENJADI PENGGANGGU HIDUP ORANG LAIN. TAPI BANYAK JUGA ORANG YANG TIDAK MENGENAL DIRINYA, HINGGA IA HANYA BERKUTAT PADA EMOSINYA YANG FLUKTUATIF. KEMUDIAN, SIKAP APATIS DAN SUBYEKTIVISME YANG MUNCUL DALAM SEGALA POLA PIKIRNYA.

»»  BACA LAGI...

Cyber Affair

Affair ataw selingkuh menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kedua, 1991; memiliki pengertian tidak berterus terang; tidak jujur; suka menyembunyikan sesuatu untuk kepentingan sendiri; curang; serong. Dan jika dipandang dari kaca mata zaman dahulu affair berarti perselingkuhan body to body. Artinya dua orang yang bertemu dan saling menyukai (atau mungkin saling mencintai) padahal mereka sudah sama-sama tahu, kalau mereka tidak boleh dan tidak pantas untuk saling mencintai karena mereka telah melanggar komitmennya.
Jika affair itu dilakukan oleh dua orang lajang yang telah berstatus pacar orang, mungkin masih bisa dipahami sebagai "proses pencarian yang terbaik". Walaupun saat dua orang memutuskan untuk pacaran, mereka sebenarnya punya komitmen untuk saling menjaga hubungan.
Apa yang dilakukan oleh orang yang melakukan affair?? Zaman dahulu, affair itu bisa dimulai dengan telpon-telponan, sms-an, ngobrol di cafe atau restauran, nonton film, atau mungkin hanya sekedar jalan-jalan, lalu akhirnya yang paling parah adalah sampai kepada hubungan badan.
Kenapa selalu adalah kata zaman dulu?? Yah, karena sekarang ada sebuah affair yang sebenarnya masih dipertanyakan, apakah affair macam ini bisa disebut affair......
Bagaimana jika kita mendapati pasangan kita sayang-sayangan dengan seorang lawan jenis melalui inbox sebuah jejaring sosial?
Awalnya berkenalan dengan seorang lawan jenis itu di jejaring sosial, kemudian curhat-curhatan, chatting-chattingan, lalu kemudian ketagihan. Akhirnya dia menjadikan si lawan jenis tersebut sebagai pacar dunia maya nya.
Apa dasar dari hubungan perselingkuhan antara dua orang yang tidak saling mengenal di dunia nyata itu?? Cinta kah?? Bisakah cinta dibangun tanpa pernah saling melihat secara fisik?? Bisakah cinta dibangun hanya dengan melihat foto dan mendengarkan cerita-cerita dari orang itu?? Atau sex kah?? Oke tentunya bukan karena sex, karena orang itu tidak pernah ia jumpai. Orang itu hanya seseorang "yang entah siapa", yang bisa siapa saja.
Menurut saya penyebab yang paling mungkin adalah karena "jenuh". Kejenuhan dapat membuat otak kiri bergerak untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak terprediksi oleh otak kanan. Dera kejenuhan akan aktifitas dan rutinitas yang sama setiap harinya tentu saja membuat lelah dan akhirnya membuat seseorang mencari pelarian. Pelarian yang tidak biasa.
Awalnya cuma melihat-lihat profile. Lalu kemudian secara kebetulan (kebetulan yang sebenarnya ditunggu), bertemu dalam sebuah chatting. Berkenalan dan cerita kiri kanan tentang kehidupan masing-masing. Lalu sampai pada tahap curhat-curhatan, menjadikan "dirinya yang entah siapa” itu menjadi orang kepercayaan untuk mendengar segala cerita dan keluh kesah. Lalu kemudian berpikir, betapa nyamannya mengobrol dengan laki-laki atau perempuan "yang entah siapa" itu. Lalu kemudian, mengobrol dengannya menjadi sebuah candu. Membuat kangen. Membuat rindu. Affair dunia maya mulai lah sudah.
Pada dasarnya setiap manusia mempunyai sisi nakal dalam diri masing-masing. Berbuat nakal dalam hal apa pun. Ada orang yang bisa mengubur sisi nakal tersebut dalam-dalam. Ada yang membiarkannya terbuka dan mengintip sedikit. Bahkan malah ada yang membukanya lebar-lebar. Lalu termasuk “nakal” yang manakah para pelaku cyber affair ini?? Mereka bisa dikategorikan dalam seseorang yang sisi nakalnya terbuka dan mengintip sedikit. Kenapa?? Karena biasanya seorang pelaku cyber affair ini tidak mau meningkatkan hubungannya menjadi hubungan yang nyata. Dia hanya ingin berlari dari rutinitas harian nya saja, atau singkatnya “iseng”. Tapi keisengan ini tentu saja memicu sisi nakal untuk semakin keluar lebar-lebar, karena semakin hari pasti akan semakin meningkat keinginan untuk mengubah hubungan mereka dari maya menjadi nyata.
Ini semua tentang godaan. Jika kita mampu meningkatkan kualitas hubungan kita dengan pasangan kita, otomatis akan meminimalisir godaan yang datang. Semakin sering kata “aku capek sama kamu” itu kita lontarkan, maka rasa capek dan jenuh itu akan makin terasa.  Semakin kita menina bobo kan kejenuhan itu, maka kejenuhan itu akan semakin tidur tenang dalam hati. Jadi biarkan hati memiliki tempat nyamannya sendiri. Terimalah apa yang terjadi hari ini sebagai sebuah konsekuensi logis yang tak perlu sebuah pelarian jika memang terasa tidak sesuai dengan keinginan. Nikmati hari ini.  Nikmati setiap cinta yang kau punya hari ini. Karena meratapinya setelah kau melakukan hal yang bodoh, hanya akan membuatmu menjadi orang yang menyesal dan terkucilkan oleh dirimu sendiri.
Anda tidak mau kan kehidupan nyata ini menjadi hitam hanya karena perbuatan abu-abu?
»»  BACA LAGI...

Rabu, 02 Maret 2011

Bergandeng Tangan

Segala hal...
Antara yang terungkap dan misteri
Yang tersingkap lalu termakna
Tulisanku mulai kehilangan bentuk
Laku tersadar diri ini kembali dihutan belantara

Dulu aq pernah disini
Berjuang menuju tanah lapang
Dimana matahari bersinar terang tak terhalang
Dan rembulan pun indah dimalam menjada penghat dingin mencekam

Kini aq kembali ketempat yang sama
Ku harus menyingkrkan belukar-akar-ranting rintang melintang
Kunikmati tak hanya sendiri keadaan ini
Dulu sendiri kini tak lagi
Bersama sang terkasih pilihan hati
Dan kini 'aku' berganti 'kami'

Kami tak hanya mencri tanah lapang
Tapi tempat terindah dalam kehidupan
Kami khan menaiki setiap perbukitan
Menyaksikan matahari terbit-tenggelam disela-sela pegunungan
Kamipun menyusuri suangai
Membawa kami ke pantai
Bergandengan melihat matahari meredupkan sinar

Proses ini seperti kembali ke awal
Tapi ini sebuah kelanjutan
Dari cinta-sayang dan rentang
Menapaki waktu kehidupan
Menuju sebuah kenikmatan
Duka-senang adalah kenang
Yang terpenting engkau disampingku sayang....
»»  BACA LAGI...